Delapan Urutan Dan Siklus Pembentukan Keluarga

Perkmbangan Pembentukan Keluarga

Dalam sebuah keluarga, terdapat urutan dan sikus dalam hal pembentukan keluarga.

Beritaku.Id, Siklus – Duvall dan Milller menyebutkan teori “8 Stages of The Family Life Cycle”. Yang sebenarnya bukan tahapan tapi lebih kepada siklus pembentukan keluarga.

Teori ini banyak digunakan oleh beberapa peneliti dan penggiat komunitas untuk mengetahui pembentukan keluarga.

Tahapan Proses Terbentuknya Keluarga

Adapun ke 8 tahapan pembentukan keluarga yang dimaksud tersebut adalah :

  1. Stage 1 : Beginning Family / Keluarga Baru 
  2. Stage 2 : Childbearing Family / Keluarga dengan Kelahiran Anak Pertama
  3. Stage 3 : Family With Preschoolers / Keluarga dengan Anak Pra-Sekolah
  4. Stage 4 : Family With School-age Children / Keluarga dengan Anak Sekolah
  5. Stage 5 : Family With Teenagers / Keluarga dengan Anak Remaja
  6. Stage 6 : Launching Family / Keluarga dengan Anak Dewasa
  7. Stage 7 : Middleage Family / Keluarga Usia Pertengahan
  8. Stage 8 : Aging Family / Keluarga Usia Lanjut

Bagi yang belum berkeluarga, sebaiknya memasuki langkah di tahap pertama. Menikahlah. Sebelum ia pergi dengan yang lain. Lanjut.

Tahap Pertama : Keluarga Baru

Tahap pembentukan paling awal, adalah keluarga baru. Pengantin baru. Rindu untuk selalu bersama.

Bulan madu. Tampil sangat menggairahkan satu sama lain.

Tahap ini adalah tahap, dimana keluarga satu generasi sebelumnya merasa kehilangan.

Orangtua melepaskan anak menikah dengan orang lain. Ya harus orang lainlah. Tidak mungkin menikah dengan saudara sendiri.

Melepas anak untuk menikah karena dianggap mandiri dan bisa hidup sendiri.

Penganti baru, akan meninggalkan rumah orangtua.

Perhatikan orangtua yang menikahkan anaknya, menangis.

Kenpa harus menangis, bukankah itu hari bahagia untuk anaknya?

Menangis. Sebantar lagi anaknya akan pergi dari rumah. Meninggalkan rumah.

Mereka akan mandiri. Dan orangtua berharap anaknya baik-baik saja. Semua mengharapkan anaknya mendapatkan kebahagiaan.

Keluarga baru, pengantin baru akan melewati rasa bahagia. Telah berumah tangga. Tidur tidak sendiri lagi. Tidak pula kesepian.

Makan bersama pasangan, dan sebagainya.

Tahap Kedua : Menunggu Kelahiran Anak Pertama

Siklus keluarga berikutnya pada tahapan ini adalah menunggu kelahiran anak. Atau tahap kehamilan

Keluarga berbahagia atas kehamilan tersebut. dan terjadi perasaan riang diantara semua keluarga.

Mereka melakukan persiapan untuk janin yang ada dalam kandungan.

Perhatian bergeser, ketika sebelumnya mereka suami istri saling memperhatian.

Kini berubah ke subjek lain, yakni janji. Mereka memperhatikan perkembangan janin.

Memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan kontrol. Pegangan tidak lagi di tangan. Kini berpindah keperu istri.

Apalagi, ketika janin sudah mulai bergerak.

Mereka selalu berkomunikasi dengan janin tersebut. Apalagi kalau sudah mulai menendang.

Setelah lahir. Tangisan pertama. Arimata. Haru Istri.

Aku telah menjadi seorang ibu. Lelah dan kesakitan setelah melahirkan. Terlupakan. Setelah bayi yang sebelumnya berupa janin.

Kini ada didepannya dan menangis. Menangislah wahai anakku. Menangislah sekeras mungkin.

Tahap Ketiga : Anak Usia Prasekolah

Tepatnya diusia 1 – 5 tahun. Sedang lucu-lucunya.

Anak mulai menari dan memainkan gayanya yang lucu. Mulai melakukan aktifitas.

Tahap ini antara usia setahun sampai 5 tahun. untuk persiapan masuk kseskolah.

Dia mulai belajar berteman dengan orang diluar rumah.

Ketika sebelumnya hanya bergaul dengan ayah ibu, nenek kakek dan sebagainya. Intinya keluarga.

Kini bergeser untuk menambah teman kelingkungan sekolah belajar Pendidikan anak usia dini.

Usia 5 – 6 tahun. diusia ini mereka mulai belajar bergaul dengan teman sebaya diluar rumah. Belajar menyanyi. Di Lingkungan Pendidikan anak usia dini (PAUD).

Setahun berikutnya akan memasuki usia Sekolah Dasar. Sebagai pendidikan wajib.

Tahap Keempat : Anak Usia Sekolah

Tahapan ini dimana anak memasuki Usia Sekolah Dasar. Dasar-dasar pendidikan kemandirian mulai diterapkan.

Dalam hal proses belajar, anak mulai dilepaskan secara pelan. Ketika masih di PAUD biasanya anak ditunggu sampai pulang.

Kini anak perlahan ketika masuk SD. Ditinggalkan. Dan mereka bersama anak sekolah lainnya,

Biasanya pada keluarga yang memiliki anak lebih dari satu.

Pada usia sekolah 6 – 12 tahun untuk anak pertama. Biasanya ketika kakaknya kelas 5 SD maka adiknya kelas 1.

Hal ini memungkinkan untuk membantu orangtua dalam hal mengantar kesekolah. Mereka satu sekolah.

Pada Usia Sekolah dasar ini. Nilai-nilai yang diajarkan dirumah. Sebelumnya tata tertib hanya diajarkan dirumah. Kini tata tertib diajarkan bertambah disekolah.

Tahap Kelima : Anak Remaja

Masa anak berumur 13 – 19 Tahun. Sebagai seorang remaja.

Pada usia ini anak memasuki usia pubertas. Dan peningkatan tumbuh kembang dengan pertumbuhan organ pada anak. Pubertas Pada Perempuan dan Laki-laki, Gejala, Tahapan

Ini masuk pada usia SMP dan SMA hingga kuliah.

Tahap Keenam : Anak Dewasa

Setelah anak menyelesaikan studi, maka tahap berikutnya adalah anak menjadi Dewasa.

Tahap mulai melepaskan anak secara mandiri.

Anak sudh bisa mencari uang sendiri. Belajar mandiri.

Bahkan mulai meninggalkan rumah untuk bekerja.

Pada tahap ini adalah tahap dimana juga terjadi pernikahan dengan pasangannya.

(Ingat pada tahapan pertama)

Tahap Ketujuh : Usia Pertengahan

Memiliki anak lebih dari satu orang. Dan yang bungsu pun meninggalkan rumah. Disebut pembentukan keluarga usia pertengahan.

Kesedihan dan kesepian. Orangtuan dengan hal ini.

Mereka tinggal berdua dirumah. Meski begitu, anak-anaknya masih sering berkunjung untuk melihat orangtua.

Tahap Kedelapan : Orangtua Usia Lanjut

Tahap ini adalah tahap terakhir, atau tahapan menunggu kematian.

Merupakan tahap, dimana orangtua akan menjadi usia lanjut. Dan dalam kondisi tersebut membutuhkan psikologi untuk bisa tenang dalam akhir-akhir hidupnya.

Siklus Pembentukan Keluarga Berulang

Pertanyaan berikutnya. Kitsa sudah sampai ditahap yang keberapa. Atau ketika sebagai anak, kita sudah masuk dalam tahapan yang mana.

Siklus ini terus berjalan secara terus menerus.

Dan setiap pasangan baru, maka akan kembali ketahap Pertama dalam siklus pembentukan secera kekeluargaan tersebut.

Author: admin

Tinggalkan Komentar