Komunikasi Pada Lansia, Diperlukan Pendekatan Khusus Untuk Menangani

Komunikasi Pada Lansia
Komunikasi Pada Lansia membutuhkan Teknik Khusus.

Atozbi.com, Ilmiah – Dalam hal interaksi atau komunikasi pada lansia, membutuhkan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan. Maupun voluter atau relawan sosial yang fokus pada masalah lansia.

Definisi Komunikasi Pada Lansia

Komunikasi dengan lansia harus memperhatikan faktor fisik, psikologi, (lingkungan dalam situasi individu harus mengaplikasikan ketrampilan komunikasi yang tepat. Disamping itu juga memerlukan pemikiran penuh serta memperhatikan waktu yang tepat.

Bacaan Lainnya

Karakteristik Lansia

Berdasarkan usianya, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengelompokan usia lanjut menjadi empat macam meliputi:

  1. Usia pertengahan (middle age) kelompok usia 45 samapai 59 tahun
  2. Usia lanjut (elderly) kelompok usia antara 60 samapai 70 tahun
  3. Usia lanjut usai (old) kelompok usia antara 75 sampai 90 tahun
  4. Usaia tua (veryold)kelompk usia di atas 90 tahun

Meskipun batasan usia sangat beragam untuk menggolongkan lansia namun perubahan-perubahan akibat dari usai tersebut telah dapat di identifikasi. Misalnya perubahan pada aspek fisik berupa perubahan neurologi dan sensorik, perubahan visual, perubahan pendengaran.

Artikel Lain : Karakter Komunikasi, Beda Dengan Publik Speaking

Perubahan- perubahan tersebut dapat menghambat proses penerimaan dan interprestasi terhadap maksud komunikasi. Perubahan ini juga menyebabkan klien lansia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Belum lagi perubahan kognetif yang berpengaruh pada tingkat intelegensi, kemampuan belajar, daya memori dan motivasi klien.

Perubahan emosi yang sering terlihat adalah berupa reaksi penolakan terhadap kondisi yang terjadi. Gejala-gejala penolakan tersebut misalnya:

  1. Tidak percaya terhadap diagnose, gejala, perkembangan serta keterangan yang di berikan petugas kesehatan
  2. Mengubah keterangan yang di berikan sedemikian rupa, sehinga di terima keliru
  3. Menolak membicarakan perawatanya di rumah sakit
  4. Menolak ikut serta dalam perawatan dirinya secara umum khususnya tindakan yang mengikut sertakan dirinya
  5. Menolak nasehat-nasehat misalnya, istirahat baring, berganti posisi tidur, terutama bila nasehat tersebut demi kenyamanan klien.

Pendekatan Lansia Dalam Konteks Komunikasi

Pendekatan fisik

Mencari informasi tentang kesehatan obyektif, kebutuhan, kejadian, yang dialami, perubahan fisik organ tubuh. Tingkat kesehatan yang masih bisa di capai dan di kembangkan serta penyakit yang dapat di cegah progresifitasnya.

Pendekatan ini relative lebih mudah di laksanakan dan di carikan solusinya karena rill dan mudah di observasi

Pendekatan psikologis

Karena pendekatan ini sifatnya absrak dan mengarah pada perubahan prilaku, maka umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Untuk melaksanakan pendekatan ini perawat berperan sebagai konselor, advokat, supporter, interpreter. Terhadap sesuatu yang asing atau sebagai penampung masalah-masalah yang pribadi dan sebagai sahabat yang akrap bagi klien.

Pendekatan social

Pendekatan ini di lakukan untuk menikatkan keterampilan berinteraksi dalam lingkungan. Mengadakan diskusi, tukar pikiran, bercerita, bermain, atau mengadakan kegiatan-kegiatan kelompok. Merupakan implementasi dari pendekatan ini agar klien dapat berinteraksi dengan sesama lisan maupun dengan petugas kesehatan.

Pendekatan spiritual

Perawat harus bisa membeikan kepuasan batin dalam hubunganya dengan Tuhan atau agama yang dianutnya terutama ketika klien dalam keadaan sakit.

Baca Juga : Adaptasi Etika Dan Cakrawala Berpikir Dalam Komunikasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *