Konsep Kelompok Rentan Dalam Masyarakat, Dengan Resiko Tinggi

Konsep Kelompok Rentan

Kelompok Rentan, Dengan Konsep Tersendiri dalam Kehidupan Masyarakat Sosial Indonesia, Bebrabai Upaya Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan Dan Sebagainya.

Atozbi.com, Siklus – Konsep Kelompok Rentan, pada masyarakat yang memiliki keterbatasan, baik, fisik, ekonomi sosial dan budaya.

Kelompok rentan adalah Kelompok masyarakat berisiko tinggi, keterbatasan kemampuan dan fasilitas.

Dalam situasi tekanan kesehatan, maka kelompok ini mengalam risiko tinggi. Sebab kemampuan yang dimiliki sangat rendah.

Kelompok rentan ini bisa ada di dalam setiap wilayah tertentu, suku, ras, dan agama. Yang eksistensinya bisa saja disebabkan oleh kebijakan pembangunan yang tidak adil, kepercayaan terhadap tradisi, agama dan kepercayaan tertentu yang mendskriminasikannya.

Perhatian terhadap kelompok rentan berbeda-beda dari setiap zaman, tetapi perhatian itu semakin menguat seiring dengan pentingnya kesadaran kemanusiaan. Kesetaraan, dan keadilan di dalam sistem sosial.

Pada zaman modern kerangka itu tercermin dalam upaya adanya penafsiran-penafsiran agama. Dan kepercayaan tertentu yang pro kaum marjinal, kaum tertindas, dan kaum mustadh`afin; dan juga mempengaruhi perumusan diskursus HAM dalam tingkat internasional maupun nasional, yang bertujuan memberikan jaminan dan perlindungan kepada mereka.

UU Penanggulangan bencana pada pasal 55 hanya memasukkan kelompok rentan terdiri dari: bayi, balita, dan anak-anak; ibu yang sedang mengandung atau menyusui; penyandang cacat; dan orang lanjut usia.

Padahal eksistensi kelompok rentan lebih luas dari itu, di antaranya juga menyangkut perempuan, kelompok miskin, dan kaum terpinggirkan lain.

UU HAM No. 23 tahun 1999 menjadi bagian dari perlindungan terhadap kelompok rentan ini.

Belum lagi ada UU perlindungan anak, UU tentang ratifikasi CEDAW, ratifikasi hak-hak ekonomi sosial budaya.

UUD 45 yang berkaitan dengan orang miskin, dan masih banyak lagi, memberikan jaminan perlindungan kepada mereka. Meski di sana-sini ada kekurangannya.

Konsep Kelompok Rentan : Diffabel

Mereka ini memiliki kemampuan yang berbeda karena adanya keterbatasan fisik yang dimiliki.

Seperti keterbatasan karena mata tidak bisa melihat, kaki tidak bisa berjalan, telinga tidak bisa mendengar, dan lain-lain.

Keterbatasan fisik akan menghalangi mereka untuk bisa melakukan aktivitas dan berkompetisi.

Sehingga memerlukan perlakuan khusus, seperti diperlukan jalan dan tangga khusus untuk kaum diffabel dalam bangunan-bangunan publik.

Perempuan

Mereka ini telah lama hidup dalam situasi dan sistem sosial patriarki. Di mana mereka yang berjenis kelamin laki-laki dianggap super dan memperoleh perlakuan istimewa dengan meminggirkan kaum perempuan.

Dalam jangka panjang, perempuan telah mengalami marjinalisasi, bukan hanya oleh tradisi tertentu di setiap masyarakat, tetapi juga kebijakan-kebijakan politik.

Ibu Hamil dan Menyusui. Secara lebih khusus di kalangan perempuan, ibu hamil dan ibu menyusui, memiliki risiko lebih besar lagi. Karena dia bukan hanya hidup sendiri, tetapi juga membawa anak yang dikandung dan disusui itu.

Peningkatan asupan gizi yang seimbang diperlukan untuk menjamin kelayakan hidup keduanya, sang ibu dan anak.

Anak-anak

Anak-anak adalah orang yang memerlukan kegembiraan, kasih sayang, perlakuan yang santun. Dan asupan gizi seimbang untuk memastikan potensi-potensi dalam dirinya bisa tumbuh dengan baik. Bencana atau ancaman bencana akan bisa merampas ini semua. Sehingga kebijakan berkaitan dengan kebencanaan harus memastikan bisa menjamin dan melindungi mereka.

Kaum miskin

Kaum miskin adalah kelompok rentan berikutnya, dilihat dari sudut ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dalam kehidupan normal saja, mereka selalu hidup dalam kemiskinan.

Baca juga : Yang Kaya Melindungi Yang Miskin, Yang Miskin Melindungi Yang Kaya

Terlebih lagi, ketika ada bencana atau ancaman bencana jelas akan berdampak pada mata pencarian, kemampuan menghidupi keluarga. Dan keberlangsungan keseluruhan keluarga miskin.

Lansia

Manusia usia lanjut juga kelompok rentan. Keterbatasn fisik dalam diri mereka adalah kelemahan fisik atau penurunan dari keadaan normal karena dimakan usia.

Penurunan kualitas fisik itu akan mempengaruhi indera-indera dan respon mereka terhadap situasi sosial, termasuk berkaitan dengan kebencanaan.

Lain-lain

Di antaranya adalah kelompok minoritas suku, agama, ras, dan orientasi seksual. Perlakuan yang tidak adil bisa saja dan mungkin terjadi karena jumlah mereka sedikit yang hidup di tengah mayoritas masyarakat.

Jenis-jenis kelompok rentan ini, menunjukkan adanya keragaman penyebabnya, tetapi kebijakan pembangunan yang tidak berorientasi dan tidak berpihak kepada mereka. Perlu memperoleh perhatian utama untuk dilihat; di samping factor kepercayaan, tradisi, penafsiran agama, dan bawaan alam.

Dalam jangka panjang dan pendek kebijakan pembangunan yang tidak berpihak itu akan menempatkan kelompok rentan terus menerus dalam situasi bahaya. Sehingga dalam kondisi bencana atau tidak,mereka berhak memperoleh perlindungan.

Demikian Konsep Keluarga dan Kelompok Rentan Bagi Kesehatan, dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Baca juga : Urutan Rumah Harga Diri Di Dunia Dengan Harga Diatas 100 Juta Pounds

Author: admin

Tinggalkan Komentar