Urutan Kisah Perang, Dipimpin Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Urutan Kisah Perang Dalam Islam
Urutan Kisah Perang dalam Pertempuran Melawan Kaum Kafir

Atozbi.com, Urutan – Kisah Perang Rasulullah, Tidak ada perang, yang dimulai dari Kaum Muslimin. Cenderung mereka melakukan perang jika ditantang. Atau ada diantara kaum muslimin yang didzalimi atau dibunuh sebelumnya.

Kisah heroik, dan berani pantang menyerah, maju kegaris depan menghalau musuh Islam. Dengan langkah percaya diri, berlari menghentakkan kaki. Dengan tangan kanan menggenggam pedang perang.

Bacaan Lainnya

Ada banyak kisah heroik dan kepahlawanan didalamnya. Mengingat jumlah mereka yang jauh lebih kecil. Hampir tidak mungkin untuk menang. Mulai dari peralatan yang tidak seimbang, sampai kepada jumlah yang jauh lebih kecil.

Bukan itu yang membuat Umat Islam ketakut. Tidak takut sama sekali dengan

Kisah Perang Dengan Urutan Lengkap

Adapun urutan Kisah dalam Perang di Zaman Rasulullah SAW, sebagai berikut:

Perang Waddan

Atau Al Abwa’.Perang ini pada bulan Shafar 2 H / Agustus 623 M. Perang inilah Panah Pertama yang dilepaskan kepada kaum Muslimin dalam sejarah islam. Yang terkena panah adalah Sa’ad bin Abi Waqqash ar.

Panji pertama dikibarkan adalah Ubaidah Bin Al-Harits.

Rasulullah membawa 80 pasukan berkuda dari kaum Muhajirin, melawan Quraish yang melintas di Madinah. Dan selalu merampok harta milik Muhajirin.

Perang Buwath

Urutan Kisah berikutnya adalah Perang Buwath. Kekuatan 200 Prajurit

Terjadi Pada bulan Rabiul Awal 2 H / September 623 M.

Pembawa panji adalah Sa’ad ibnu Waqqash.

Nabi memimpin kaum Muhajirin.

Perang Al-‘Usyairah

Peran ini pada urutan kisah yang terjadi di tahun yang sama.

Pada bulan Rabiul Awal 2 H. Ditempat inilah di Al-‘Usyairah Nabi bersama pasukannya sampai bulan Jumadil Akhir 2 H.

Perang Badar seri Pertama

Perang Safwah.Pada bulan Jumadil Akhir 2 H / Desember 623 M.

Pada kisah perang urutan keempat ini, Pembawa Panji adalah Ali bin Abi Thalib ra. Yang tidak lain adalah sepupu Rasulullah Muhammad SAW yang kelak menjadi Khalifah keempat.

Badar adalah nama tempat mata air yang letaknya diantara Mekkah dan Medinah.

Nama Safwah sendiri merupakan nama suatu jurang didekat Badar. Nabi bersama pasukannya berhasil memburu Kurz bin Jabir.

Pimpinan orang kafir setelah orang kafir ini merampas unta & hewan ternak piaraan penduduk Madinah.

Perang Badar Al-Kubra.

Pada bulan Ramadhan 2 H / Maret 624 M. Nabi bersama 313 sahabat.

Nabi tidak mengetahui bahwa pasukan orang kafir 1000 pasukan sudah menunggu Nabi dan Pasukannya.

Sambil Nabi berdoa kepada untuk kemenangan orang Muslim. Pedang & batu kerikil adalah senjata Nabi bersama para prajurit tangguh kaum muslimin.

Alloh memberi bala bantuan berupa Pasukan Malaikat. Kemenangan diraih, 70 musyirikin tewas, 70 jadi tawanan Nabi, dan 14 orang Muslim menjadi Syuhada.

Perang Qainuqa.

Pada bulan Syawal 2 H / April 624 M. Perang ini terjadi antara kaum Muslimin dgn kaum yahudi bani Qainuqa. Muslimin menang dlm perang ini.

Pembawa Panji adalah Hamzah bin Abdul Muththalib.

Pasukan Muslimin mengepung daerah ini selama 15 hari, kaum yahudi akhirnya menyerah. Dengan pimpinan yahudi Ka’ab bin Al’Asyraf dibunuh oleh sahabat Nabi yaitu Muhammad bin Maslamah.

Perang Bani Sulaim

Pada bulan Syawal 2 H / April 624 M. Ini terjadi setelah pulang dari perang Badar dan pasukan kafir ketakutan pada pasukan Muslimin.

Perang As-Sawiq

Pada bulah Dhulhijjah 2 H / Juni 624 M. Pemimpin pasukan adalah Nabi Sendiri, ini disebut As-Sawiq karena pasukan muslimin banyak membawa Sawiq (tepung gandum).

Beliau mengejar Abu Sofwan bersama pasukannya setelah membunuh seorang kaum Muslimin Anshar di daerah Al-‘Ureidh.

Basyir bin Abdul Mundzir ditunjuk Nabi sebagai Amir sementara di Medinah.

Perang Dzu Amar

Pada bulan Muharram 3 H / Juli 624 M. Beliau ini menyerang pasukan musyirikin dari Nejed sampai ke Ghathfaan.

Ustman bin Affan sebagai Amir sementara di Medinah.

Perang Al-Furu’

Pada bulan Jumadil Awal 3 H. Nabi membawa 300 pasukan. Didaerah Hijaz ini pasukan Musyirikin melarikan diri ketakutan dgn kedatangan Nabi. Ibnu Ummi Maktum sebagai Amir sementara Di Medinah.

Perang Uhud.

Pada bulan Syawal 3 H. Ini perang sebagai peringatan bagi orang munafik dan tidak taat perintah Nabi ataupun Amirul Mukminin.

Perang ini sengit. Membuat pasukan muslim terpojok, oleh serangan musuh.

Banyak kaum Muslimin ini yang mati Syahid. Perang ini juga diikuti oleh Mujahidah sebegaimana Deretan Wanita Teladan Di Masa Rasulullah Muhammad SAW, Menjadi Contoh

Bahkan Nabi pun mengalami luka yang sangat parah bahkan dikabarkan meninggal dunia. Hal ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah tidak kebal sama sekali.

Gigi Nabi juga mengalami patah akibat perang ini. Perang ini terjadi di bukit Uhud. Menurunkan ayat 167 surah Ali Imron.

Perang Bani Nadhir.

Urutan perang berikutnya, dalam kisah terjadi pada bulan Syawal 3 H.

Ini kisah perang Muslimin dan orang yahudi dari Bani Nadhir.

Perang ini penuh tipu daya dan persekongkolan busuk yahudi dan orang munafik yang ingin membunuh Nabi.

Tapi Malaikat Jibril membongkar semua itu ke Nabi Muhammad SAW.

Perang Dzatu Riqa.

Pada berikutnya, bulan Rabiul Awal 4 H. Perang ini disebut Riqa’ karena prajurit muslim membalut kaki yang luka dgn potongan kain (riqa’) ketika berperang. Disaat perang ini Malaikat Jibril mengajari Nabi Sholat Khauf dan cara wudhu dgn tayammum.

Kisah Hikmah mengenai Kekhusyukan Sholat juga terjadi di perang ini. Meninggalnya menjadi mujahidah istri Nabi yaitu Zainab binti Khuzaimah pada saat perang ini.

Perang Badar Terakhir.

Pada bulan Sya’ban 4 H. Nabi keluar dari medinah untuk menetapi janji bertemu Abu Sofyan di Badar untuk berperang.

Di medinah Amir sementara adalah Abdullah bin Abdullah bin Ubai bin Salul Al Anshari. Bersamaan ditahun ini juga cucu Nabi Hasan Husain lahir.

Perang Daumatul Jandal.

Pada Rabiul Awal 5 H / Agustus 626 M. Daumatul Jandal terletak di Provinsi Al Jouf, Arab Saudi.

Setelah Nabi meninggal dunia, tempat inilah banyak yang mengaku Nabi. Tempat perdamaian antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah. Zaman ini adalah zaman fitnah besar.

Perang Bani Musthaliq.

Pada bulan Sya’ban 6 H. Perang ini melawan kaum Bani Musthaliq yang mana anak dari pemimpin kaum bani musthaliq sudah memeluk islam.

Perang penyebab turunnya ayat 8 surah Al Munafiqun. Sebab istri Nabi, Siti Aisyah juga kena fitnahan.

Perang Ahzab / Khandaq.

Sahabat Salman Al Farisi ahli taktik perang membuat parit / Khandak. Sebagai pertahanan daerah yang mana Medinah di kepung 10.000 pasukan kafir dari Al Ahzan Quraisy dan Bani Nadhir. Dan penghianatan Bani Quraizah melanggar perjanjian dgn Nabi.

Perang Bani Quraizah.

Pada bulan Dzulhijjah 5 H. Perang ini akibat pengkhianat kaum Bani Quraizah. Pemimpin kaum yahudi ini adalah Abu Rafi’. Akhir Abu Rafi’ tewas ditebas sahabat Nabi yaitu Abdullah Unais.

Perang Bani Lahyan.

Pada bulan Rabiul Awal / Jumadal Ula 6 H. Ini terjadi akibat 10 sahabat Nabi dibunuh oleh Bani Lahyan di Ar-Raji’. Nabi membawa 200 pasukan & Amir sementara di medinah adalah Ibnu Ummi Maktum.

Perang Dzi Qarad.

Perang ini dipimpin Nabi sendiri. Ini terjadi akibat Bani Ghatafan membunuh seorang muslim, istri & ternaknya dibawa oleh Bani Ghatafan. Bani Ghatafan adalah suku kuno besar dari utara medinah.

Perang Hudaibiah.

Pada bulan Dzulhijjah 6 H. Perang ini sebenarnya bukan perang, tapi Nabi dapat Wahyu dari Alloh untuk melaksanakan Umroh, tapi bagi kaum Quraisy dianggap perang. Usman bin Affan datang terlambat. Dalam perundingan dengan kaum Quraisy, timbul dugaan Ustman meninggal yang akhirnya Nabi mengajak umatnya untuk berperang dengan senjata seadanya.

Kaum Quraisy akhirnya ketakutan, perjanjian Hudaibiah disetujui.

Perang Khaibar.

Pada tahun 629 M. Perang terbesar melawan yahudi. Jarak Medinah dgn Khaibar 150 km.

Nabi memimpin sendiri pasukan. Hanya Ali bin Abi Thalib yang berhasil meruntuhkan benteng Khaibar. Yang dipimpin Harith bin Abu Zainab dari yahudi tewas dipedang Ali bin Abi Thalib.

Perang ‘Umratul Qadha.

Ini terjadi sebelum perang Fathu Mekkah. Tujuan Nabi hanya memperlihatkan kekuatan kaum Muslim kepada kaum Quraisy. Nabi yg memimpin ke Mekkah. Ini semacam perang urat saraf.

Perang Fathu Mekkah.

Pada 10 Ramadan 8 H. Perang ini terjadi akibat kaum Quraisy mengkhianati perjanjian Hudaibiah. Akhirnya Mekkah menjadi negeri Islam dan sejak itu Mekkah kembali menjadi kota Haram.

Perang Hunain.

Pada bulan Syawal 8 H. Ini terjadi setelah kabilah Hawazin & Tsaqif berkumpul di lembah Hunain untuk berperang melawan kaum Muslim. Nabi membawa 12.000 tentara. Hampir saja Pasukan Nabi. Hanya pertolongan Alloh yg membuat pasukan Nabi Menang.

Perang Thaif.

Setelah selesai perang Hunain, Nabi mengejar Kabilah Tsaqif yg dipimpin Malik bin Auf an-Nashri. Nabi mengejarnya sampai ke Thaif. Akhirnya benteng kabilah Tsaqif berhasil dirobohkan.

Perang Tabuk.

Pada bulan Rajab 9 H. Saat itu musim yg sangat panas. Pasukan Romawi berjumlah 40.000 tentara. Perjalanan yg jauh dan musuh berjumlah besar tidak menurunkan semangat perjuangan. Beliau akhirnya berkemah di kota Tabuk, perbatasan dgn Suriah dan Semenanjun Arabia. Tapi pasukan Nabi jauh lebih besar juga. Bangsa Romawi yg dipimpin Heraklius ketakutan.

Perang Mu’tah.

Pada tgl. 5 Jumadil Awal 8 H / 629 M. Pertempuran paling Heroik dan Dahsyat yg dialami umat Islam. Perang ini terjadi di kota Mu’tah, Yordania. Pasukan Muslim hanya 3000 orang melawan pasukan Romawi terkuat dimuka bumi saat itu dgn Kaisarnya Heraclius pasukannya sebanyak 200.000 orang.

Ini terjadi akibat pemenggalan kepala utusan Nabi yaitu Al-Harits bin Umair Al-‘Azdi oleh Romawi. Pasukan Nabi dipimpin oleh Zaid bin Haritsah. Kalau gugur diganti oleh Jakfar bin Abu Thalib, Kalau gugur diganti oleh Abdullah bin Rawahah.

Semua sahabat Nabi ini yg juga jago perang akhirnya menjadi Syuhada.

Setelah Khalid bin Walid ra. menjadi komandan pasukan muslim. Beliau ini jago strategi perang handal.

Akhir dari peperangan ini kemenangan jatuh pada umat Muslim. Perang ini banyak para sahabat menjadi Syuhada. Perang yg paling melelahkan. Pertolongan Alloh menjadi kemenangan yg indah. Islam menjadi besar dan ditakuti.

Sumber Lain : Pertempuran Zaman Rasulullah, Peperangan Tanpa Ketakutan, Bagian 1

Pos terkait