Makanan Tradisional Khas Jeneponto, Lammang Hingga Ganja

Gantala Jarang

Kaddo’ Bulo atau Lammang hanya salah satu dari Makanan khas jenis tradisional asal Jeneponto. Usaha makanan tersebut bisa menjadi alternatid usaha rumahan.

Atozbi.com, Makanan Khas Tradisional – Apa saja makanan tradisional khas daerah Butta turate Jeneponto? Apakah hanya lammang, atau ada makanan lain?

Jeneponto dengan karakter yang melekat dalam dirinya. Daerah dengan area (jalanan) terpanjang dari semua Kabupaten ketika melakukan perjalanan dari Makassar ke Pantai Bira Bulukumba. Yang membentang dari Takalar hingga Bantaeng.

Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Takalar, Gowa dan Bantaeng. Disamping menyuguhkan panorama alamnya dibeberapa titik. Juga menyuguhkan makanan dari berbagai bahan dasar olahan kreatif tana karaeng tersebut.

Area yang masih memegang teguh siri’ dalam keseharian tersebut. Meski areanya kadang dilanda banjir musiman disaat musim hujan. Dengan banjir kiriman dari Gunung Bawa Karaeng dan Lompo Battang.

Menyusuri jalan kedaerah ini akan kita jumpai dipinggir jalan dengan penjual tuak. Tapi jangan berpikir negatif dulu. Tuak yang dijual adalah tuak manis. Entahlah kalau ada juga tuak kacci. Putaraki cika’! Hh.

Nah apa saja jenis makanan tradisional olahan warga di Jeneponto, berikut Atozbi.com merangkumnya.

Makanan Tradisional Khas Butta Turatea Jeneponto

Adapun pembahasan untuk artikel ini, dengan beberapa bahan olahan dasar:

  1. Masakan Khas Olahan Beras Ketan: Lammang, Kope’ Langi’, Bannang-bannang
  2. Olahan Daging Kuda: Konro, Coto, Gantala Jarang

#Kaddo’ Bulo (Lammang)

Kaddo’ Bulo. Itu artinya: Kaddo adalah makanan (masakan), bulo artinya bambu. Jadi Kaddo Bulo adalah makanan berupa bambu. Eh maksudnya masakan atau makanan yang dibuat dengan menggunakan bambu. Soal jenis bambu yang digunakan ini macam-macam. Ada bambu biasa ada juga menggunakan pettung sejenis bambu yang memiliki kulit/daging bambu yang tipis.

Makanan Tradisional Khas Jeneponto
Lammang atau Kaddo’ Bulo sebagai makanan khas tradisional Asal Jeneponto (Foto: Istimewa)

Lammang atau lemmang. Bisa dijumpai dipinggir jalan di Jeneponto. Kini kaddo’ bulo tersebut mengalami migrasi rasa. Karena telah dicampur dengan beberapa rasa didalamnya. Diantaranya ada yang menambahkan gula kelapa dibagian tengahnya. Seperti menambahkan senyum didalam setiap kata yang kamu lafaskan. Ciee.

Baca juga: Makanan Khas Tradisional Gowa, Ayam Tolak Pinggang Hingga Bassang

Namun apapun variasi rasanya. Yang jelas kaddo’ bulo memiliki bahan dasar pembuatan beras ketan atau pulut pilihan, dicampur dengan santan terbaik yang mencipta kesan dan rindu.

Lammang dimasak dengan membakarnya pada pembakaran yang telah disiapkan dengan membakar pada posisi berdiri miring (disandarkan). Romantis amat, pakai sandaran segala.

Memakannya dengan telur asin, ataupun bahan lainnya. Apalagi dengan kulit lammang yang kering kecoklatan. Dimakan saat panas/hangat. Membuat lidah bergoyang indah. Seperti melihat wajahmu menari-nari didalam mataku. Modus!

#Kope’ Langi’

Dengan bahan beras ketan berikutnya adalah Kope’ langi’. Ini makanan khas yang juga di produksi di Bantaeng hingga Bulukumba. Tapi ada beberapa perbedaan proses pembuatan di Butta Turatea. Meski pada dasarnya, khasiat dan rasanya sama.

Dengan menggunakan bahan dasar tepung beras punut putih. Sajian makanan khas ini banyak diproduksi di Jeneponto. Dengan sajian yang unik. Bercampur dengan kelapa parut dan gula merah pilihan. Yang jelas bukan hati yang terparut karena kekasih yang jalan dengan yang lain. Jantung!

Mencampurkan tepung beras dengan air, hingga membentuk adonan yang kenyal. Setelah itu dibentuk dan masak. Ditiriskan. Selanjutnya dicampur dengan kelapa parut.

Makanan khas kope' langi'
Kope’ langi’ makanan khas Tana turatea (Foto:Istimewa)

Gula merah di cairkan, kemudian dicampurkan dengan kope’ langi’ tadi. Dinikmati dengan kopi hitam sangat mantap rasanya. Percaya deh, memakan kope’ langi’ akan membuatmu lupa mantan.

Soal bagaimana penamaan sehingga disebut Kope’ langi’. Tidak ada data yang menyebutkan secara terperinci. Entah kalau habis mengkonsumsinya membuat pikiran melayang kelangit sehingga disebut kope melangit.

#Bannang-Bannang

Kue bannang-bannang merupakan kue khas Jeneponto, dan juga menggunakan bahan dasar beras punut atau ketan. Bentuknya seperti benang-benang yang dirajut. Dalam proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus.

Setelah adonan beras ketan, kelapa merah dan air di larutkan, maka selanjutnya adonan tersebut dimasukkan kedalam tempurung kelapa yang berlubang. Kemudian adonan tersebut keluar, dan jatuh diatas wajan dengan minyak panas. Selanjutnya dibentuk atau digulung.

Kue Bannang bannang Asal Jeneponto
Bannang-Bannang, sebagai sajian khas dan identik pada hajatan di Jeneponto (Foto: Istimewa)

Kue bannang-bannang ini memiliki persamaan dengan kue sejenis dari Kabupaten Wajo. Konon merupakan makanan kerajaan. Ketika ada pertemuan atau tukar budaya kerajaan.

Bunyi makanan ini kriuk-kriuk saat dikunyah, memberikan sensasi tersendiri. Dinikmari dengan suguhan kopi atau teh panas membuat pikiran melayang ke udara.

Nah itu 3 makanan olahan jemari orang Jeneponto dengan bahan dasar beras ketan. Masih ada beberapa produksi warga dengan menggunakan bahan beras punut yang akan dibahas pada artikel lainnya.

#Konro Kuda

Konro juga ada di Makassar, Gowa, Takalar, Bantaeng hingga Bulukumba dan daerah-daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Tapi Konro Jeneponto beda dengan konro lainnya, karena menggunakan bahan dasar daging kuda (nyarang, jarang).

Konro identik dengan tulang iga. Tapi Konro untuk kalangan orang Jeneponto dan Makassar. Tidak hanya tulang iga, tapi semua bentuk tulang pada kuda bisa di konro, kecuali bagian kepala kuda.

Jenis makanan berkuah ini banyak diminati oleh banyak kalangan. Dengan baunya yang khas dari campuran berbagai bahan seperti lengkuas, jintan dan lain sebagainya. Kuahnya yang menawan dan dalam beberapa cafe atau resto serta warung makan, mencampurnya dengan variasi bawang merah goreng, dan sebagainya.

Konro Kuda Khas Jeneponto
Konro Kuda Asal Jeneponto, menjadi sajian menarik pada acara hajatan, seperti pernikahan (Sumber foto: Daonlontar)

Meski pada dasarnya Konro kuda dimasa lampau, lebih original. Tidak memakai kecap maupun cuka. Asli dan original.

Memakan konro kuda, adalah semua kalangan orang Jeneponto. Baik lelaki maupun perempuan. Makanan khas tradisional Kabupaten Jeneponto yang kini mulai dilirik oleh banyak orang luar daerah ini.

Masakan ini, bercampur daging dengan tulang-tulang. Dan kadang ketika memakannya, maka tulang dipegang langsung dengan tangan kanan. Sambil mencabik dagingnya yang melengket pada tulang. Perkasa kan?

#Coto Kuda

Kalau Konro dengan tulang-tulang, maka berbeda dengan coto. Coto kuda terdiri dari daging-daging dan jeroan (hati, jantung, limpa, dan usus).

Dengan kuah yang lain dari yang lain dan berbeda, dikonsumsi dengan ketupat.

Nah itu perbedaan dasarnya. Konro + Nasi Vs Coto + Ketupat. Meskipun tidak salah juga jika mengkonsumsi Konro + Ketupat ataupun sebaliknya.

Makanan Khas Coto Kuda Jeneponto
Coto Kuda Jeneponto, Sebagai Makanan Khas Tradisional yang mengundang rindu (Foto: ElJohnNews)

Makanan jenis coto sapi yang banyak dijumpai diluar Jeneponto seperti di Makassar tidak jauh berbeda dengan Coto Kuda Jeneponto. Yang membedakan adalah bahan dagingnya, sebab di Jeneponto banyak memakai daging kuda. Tapi bahan lainnya sama saja.

Jika pasanganmu orang Jeneponto sampaikan saja keinginanmu untuk makan coto ini. Dia akan menyediakan apa menu tersebut.

#Ganja

Astagfrullah Orang Jeneponto suka konsumsi Ganja? itu kan melanggar hukum. Siapa bilang melanggar hukum. Malah kalau ada hajatan, polisi pengamanan saja ikut menikmati ganja. Wah-wah, konsumsi ganja berjamaah deh di Jeneponto.

Nah ganja yang dimaksud ini, bukan jenis narkotika. Tapi Ganja itu singkatan dari Gantala Jarang. Ini masakan yang paling spesifik. Jika jenis makanan tradisional diatas banyak diklaim dan diproduksi juga oleh daerah lain disekitar Jeneponto.

Maka Ganja tidak akan terklaim dari daerah manapun. Sebab ini produk asli, original. Seperti juga originalnya niatku melamarmu tahun depan.

Nah gantala jarang ini merupakan sajian khas pernikahan. Tanpa gantala maka pesta akan sepi pengunjung. Bahkan orang tidak berminat untuk datang dipesta. Dan memang demikian budaya di Jeneponto.

Gantala Jarang
Gantala Jarang sebagai sajian paling khas di Kabupaten Jeneponto (Foto:Istimewa)

Baca juga: Pesta Sepi Tanpa Gantala Jarang.

Dengan menggunakan bahan daging sama dengan bahan daging pembuatan coto diatas. Gantala ini dimasak tanpa bahan tambahan yang banyak. Daging kuda, cuka, garam, bumbu masakan.

Airnya lebih bening, itu ciri khasnya, berbeda dengan konro maupun coto yang warna kuahnya kecoklatan. Ganja lebih bening. Kuahnya lebih khas dengan bau daging kuda yang telah dimasak.

Soal bagaimana asam asin dan kecutnya. Silahkan diatur dan ditambah dengan bahan lain. Meski sebenarnya, tanpa dicampur apa-apa lagi (original). Rasanya sudah menyentuh jantung. Seperti detak jantungku yang tidak beraturan ketika pertama kali bertemu denganmu. Gombal!

Demikian sajian khas berupa makanan, dengan masakan khas secara tradisional dari Butta Turatea Kabupaten Jeneponto. Ada cara gratis untuk menikmati sajian ini. Menikahlah dengan orang Jeneponto.

Author: admin

Tinggalkan Komentar