Karakter Komunikasi, Beda Dengan Publik Speaking

  • Whatsapp
Membangun Karakter Komunikasi
Strategi Karakter Komunikasi

Bagaimana Komunikasi Dengan Simpel. Namun dengan 3 Hal Yang Dikuasai Dalam Karakter Komunikasi yang membuatnya lebil simpel dari Publik Speaking atau Public Speaking.

Atozbi.Com, Urutan – Banyak metode yang bisa dipakai dalam hal komunikasi. Ada Metode Publik Speaking dan juga ada metode Karakter Komunikasi.

 

Bagian Karakter Dalam Komunikasi

Ketiga hal yang terdapat dalam Karakter Berbicara yang akan dikaji mendalam yakni terdiri dari Adaptasi, Logika serta Estetika. Dalam pembahasannya, kita tidak menjerat diri hanya dengan membahas tentang retorika yang kadang keluar alur.

Adaptasi Dalam Karakter Komunikasi

Menempatkan diri pada porsi yang sesuai. Serta memposisikan diri sesuai dengan kebutuhan. Tidak menenggelamkan diri dalam ruang penyesuaian diri yang tidak sesuai.

Kita akan bertanya pada dasarnya Siapakah pembicara hebat didunia?

Ternyata pembicara hebat itu, bukanlah yang banyak berbicara, tapi menjadi pendengar yang baik.

Bila publik speaking memiliki kecenderungan dengan komunikasi satu arah, maka dalam hal karakter berbicara sangat mengutamakan komunikasi dengan 2 arah.

Tidak hanya menjelaskan. Tapi juga menerima feed back dengan baik

Disini titik lemah Publik Speaking dari Karakter Komunikasi, Publik Speaking dianggap oleh sebagian orang telag Ketinggalan Zaman.

Pada pemahaman berikutnya, bahwa menjadi pendengar yang baik dan tidak serta merta memotong pembicaraan orang lain. Hal ini merupakan ciri orang yang akan memiliki kemampuan menyampaikan pendapat yang baik.

Karakter berkomunikasi memberikan perhatian berbicara interpersonal. Bukan berbicara untuk kepuasan diri sendiri.

Dalam hal karakter didalam hubungan berbicara, penekanannya mendahulukan oranglain berbicara, adalah etika bicara yang harus dimiliki oleh pembicara. Ini penekanan. Penting dan diutamakan.

Sebab seorang pembicara tidak senang, ketika pembicaraannya di potong secara tiba-tiba, ini hukum manusiawi yang dimiliki setiap orang.

Adaptasi bagaimana sebaiknya

Beberapa adaptasi yang harus dimiliki pada saat berbicara dengan orang lain:

  1. Mengangguk,
  2. Memperhatikan,
  3. Berbicara pada saat yang tepat,
  4. Menyesuaikan dengan pembicaraan orang lain,
  5. Mampu menahan diri untuk tidak melakukan klarifikasi secara tiba-tiba.

Belajar ritme bicara orang lain, meski pada sebagian orang memiliki keluhan. Bahwa ketika tidak memotong pembicaraan sekarang, biasanya lupa apa hal yang akan diklarifikasi.

Tetap pertahankan adaptasi (jangan memotong pembicaraan oranglain). Sebab tidak lebih penting melakukan klarifikasi dengan memotong pembicaraan, daripada adaptasi (ini sisi etika komunikasi). Itu alasan kenapa kajian karakter berbicara mendahulukan Adaptasi dibanding 2 hal lainnya (logika dan estetika).

Tunggu diwaktu yang tepat, jika tidak cukup waktu yang diberikan, maka masih ada hari lain, untuk melakukan klarifikasi.

Penekanan adaptasi adalah membuat orang yang sedang berbicar, merasa senang dengan adaptasi ini.

Logika Komunikasi

Adaptasi bagus,

tapi komunikasi tidak bersinergi,

atau ketika waktunya berbicara,

semuanya telah dilupakan apa yang seharusnya akan diungkapkan,

Apakah kita merasakan keluhan ini? itu biasa saja!

Semua orang pernah mengalami hal tersebut.

Tapi kajian logika pada karakter berkomunikasi, menghargai perbedaan pendapat.

Bukan pada persamaan isi otak setiap orang. Sebab tidak ada manusia yang memiliki isi file pengetahuan/ilmu yang sama dalam isi otaknya.

Perbedaan pendapat tersebut didasari, oleh :

Berbeda jurusan saat kuliah, pasti beda pandangan salam satu objek.

Sama jurusan sekalipun, tapi file-file yang mengisi dalam otak manusia memiliki banyak perbedaan.

Hal ini dipengaruhi oleh:

  1. Self experience (pengalaman pribadi) yang berbeda,
  2. Kultur yang tidak sama.

Intinya kita memiliki banyak perbedaan dengan orang lain.

Namun bukan perbedaan yang akan dibahas, tapi kajian logika pada karakter berbicara.

Adalah bagaimana mengaktifkan file-file yang berbeda dalam sistem saraf otak, untuk disampaikan kepada orang lain.

Dengan cara yang cepat, tepat dan akurat, ini akan dikaji lebih dalam pada metode karakter berbicara.

Publik speaking tidak secara terbuka mengajarkan bagaimana seorang calon pembicara bebas dengan kecepatan berpikir. Sementara karakter berkomunikasi belajar tentang kecepatan berpikir/logika.

 

Estetika Pada Karakter Komunikasi

Estetika adalah seni atau biasa disebut retorika.

Retorika atau Seni komunikasi, ini yang banyak dipelajari dalam kegiatan publik speaking. Lebih kepada bagaimana mengatur gestur, mimik muka, dan intonasi.

Kajian retorika, telah diajarkan saat kita mulai SMP, SMA dan sampai kepada kajian-kajian di dalam kampus.

Baik kegiatan intrakokurikuler maupun ekstra kokurikuler, namun tidak sedikit yang gagal dalam mengaplikasikan retorika tersebut.

Masih gemetaran didepan umum, apakah retorika bermasalah?

Tidak selamanya begitu, karena gemetar ketika berbicara didepan umum disebabkan oleh:

  1. Kecepatan berpikir,
  2. Terkunci dengan kata-katanya sendiri, dan
  3. Tidak mengetahui mau berbicara apa.

Estetika, akan banyak mengupas tentang keindahan atau seni komunikasi, namun seni saja tidak cukup, tanpa logika dan adaptasi.

Retorika itu penting, namun adaptasi (etika komunikasi) dan isi komunikasi (isi pesan/logika) lebih penting.

Publik Speaking Atau Public Speaking

Lebih kepada penekanan berbicara publik, atau tampil didepan orang banyak, sementara karakter berkomunikasi memberikan penekanan pada komunikasi personal.

Metode Imphas Pilar pada Karakter Komunikasi Dibahas pada artikel berikut ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.