Pakaian Dari Kulit Binatang, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Pakaian Dari Kulit Binatang
Pakaian Dengan Bahan Dasar Dari Kulit Binatang

Dari industri kulit hingga sampai ke kain. Menjadi pakaian untuk manusia dan juga menjadi percontohan serta meningkatkan kemewahan. Namun banyak yang bertanya. Bagaimana proses pembuatan pakaian dari Kulit Binatang?

Atozbi.com, Pakaian – Paoakain dengan menggunakan bahan dasar kulit binatang, masih menjadi incaran banyak orang. Sementara untuk membuat perusahaan pakaian dari kulit binatang dengan bahan baku kulit binatang seperti domba, buaya,dan sebagainya harus memiliki sertifikat.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Harga Sepatu Paling Mahal Di Dunia, Dengan Nilai Milyaran

Menjadi syarat sertifikat tersebut, tidak boleh menangkap buaya atau binatang liar di alam. Tetapi pengusaha harus memiliki proses budidaya sendiri. Yang diawasi oleh lembaga bersertifikat perlindungan hewan. Skala dunia maupun skala nasional.

Bahan Dasar Pakaian Dari Kulit Binatang

Bindatang primadona untuk dijadikan bahan dasar pembuatan baju, tas, ikat pinggan dan sepatu, masih mengandalkan kulit sapi, kambing, rusa.

Namun sebelum menjadi pakaian jadi, maka sebelumnya melewati serangkaian proses pembuatan.

Dimulai dengan proses, pembersihan, pengeringan dan membersihkan kulit binatang dari bulu yang masih menempel. Ini proses yang memiliki perhatian tinggi. Karena proses pembersihan atau pencucian serta pengeringan yang tidak tepat akan menghasilkan kualitas kulit yang bermutu rendah.

Penyamakan Kulit (HidesTanning)

Ini merupakan langkah awal. Mengumpulkan binatang yang akan diambil kulitnya, pembersihan hingga pengawetan sampai kepada pewarnaan

Kulit Pakaian Dari Kulit Hewan
Bahan Pakaian Dengan Kulit Binatang (Sumber Foto: Indonesia Kaya)

Warna paling sering digunakan untuk mewarnai adalah brown atau black. Ini proses membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Hingga menghasilkan bentangan kain yang sesuai dengan yang diharapkan. Dan paling utama adalah terjaganya mutu kulit hewan tersebut.

Pengguntingan Kulit

Setelah semua bahan dinyatakan siap. Maka selanjutnya membuat pola dengan cara manual atau dengan menggunakan software di komputer. Selanjutnya dituangkan kedalam kertas.

Langkah awal yang digunting adalah pola, untuk menyesuaikan dengan rencana produk yang akan dibuat. Mengingat pembuatan produk bahan kulit tidak seperti kain yang jumlah bahannya banyak.

Bahan dasar kulit hewan yang terbatas, mengharuskan produsen produk-produk kulit lebih kreatif dalam menciptakan produknya.

Setelah pola selesai, maka selanjutnya dilakukan pengguntingan atau pemotongan bahan dasar tersebut mengikuti pola yang dibuat sebelumnya.

Penjahitan

Seperti menjahit pada umumnya, proses  ini adalah menghubungkan antar bagian kulit sesuai dengan produk yang diharapkan.

Saat ini rata-rata produsen produk kulit menggunakan mesin jahit. Berbeda di zaman sebelumnya dimana masih menggunakan alat jahit secara manual.

Proses penjahitan ini, membutuhkan ketelitian. Namun yang paling utama dari semua ini adalah pola pembuatannya. Sebab hal itu berbanding lurus dengan kenyamanan dan kepuasan memakainya.

Finishing

Ini adalah langkah terakhir, termasuk mengkilapkan produk tersebut dan membersihkan dari kotoran yang ada.

Langkah selanjutnya adalah memasuki etalase untuk dijual dengan harga yang meroket. Tidak heran jika harga Tas kulit pernah terjual dengan harga USD 250.000.

Bagi kolektor, itu bukan masalah. Sepanjang kualitasnya terjamin.

Di Eropa dan Daerah Kutub Mengidolakan pakaian jaket kulit ini untuk menghadapi musim dingin yang menjadi musim langganan diarea tersebut.

Sekaligus juga pakaian jaket kulit menjadi tren dan kemewahan.

Namun aksesori seperti Tas Kulit Asli menjadi idola bagi para artis dan public figure. Seakan menjadi arena lomba untuk memenuhi kebutuhan fashion mereka.

Baca Juga: Kliki Nitha Amelia Sempurna, Sekarang Lagi Jomblo

Sumber lain: IndonesiaKaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *