Petarung Wanita Islam, Yang Menjadi Mujahidah Tangguh Dalam Sejarah Islam

Petarung Tangguh Wanita Islam

Tak hanya lelaki Islam yang berdiri dibaris baris terdepan melindungi Nabi dan Seluruh dakwahnya. Islam memiliki Petarung Wanita yang Tangguh sebagai Mujahidah.

Atozbi.com, Peristiwa – Emansipasi adalah bahasa didekade terakhir. Jauh hari sebelum teori emansipasi yang disebutkan Kartini “Pejuang yang diakui orang Belanda” tersebut.

Diantara Deretan Wanita Teladan Di Masa Rasulullah Muhammad SAW, Menjadi Contoh, berikut beberapa yang memiliki andil besar.

Dalam islam ada sederetan nama-nama Petarung Islam dari kalangan Wanita yang kemampuan dan strateginya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Cantik, santun dan mematikan ketika menyerang. Diantara mereka memiliki bakat bela diri yang tidak bisa diremehkan.

Petarung Wanita Muslimah Dalam Islam

Sebagaimana, Pertempuran Zaman Rasulullah, Peperangan Tanpa Ketakutan, Bagian 1 menjelaskan tentang bagaimana Rasulullah. Berdiri pada posisi terdepan membela Islam. Menggugah hati banyak orang termasuk kaum wanita.

Adapun petarung wanita Islam yang memiliki nama dikenang hingga kini adalah sebagai berikut :

Khaulah binti Azur

Wanita Berkuda Hitam. Dan memakai seragam Muslimah Berwarna Hitam.

Penampilannya yang tinggi dan ramping. Mengasah kemampuan berlatih pedang dan panah sejak kecil. Setelah mapan dalam latihan. Dia mengambil posisi masuk dalam arena peperangan. Bersama yang lainnya. Dengan berada pada baris wanita.

Ingat Peristiwa Perang Mut’ah? Dimana 3 Panglima perang terbunuh, Dan Terakhir memimpin pasukan adalah Khalid Bin Walid.

Awal kisah masuknya Khaulan Binti Azur dalam gelanggang peperangan. Menerjang pasuka Romawi dengan kuda hitamnya.

Dalam waktu sekejap mata. 3 orang Romawi meregang nyawa oleh sabetan pedang yang ada ditangannya.

Panglima Perang Khalid Bin Walid bahkan tidak mengenali siapa perempuan yang memakai kuda hitam tersebut.

Nailah binti Al-Farafishah

Nailah merupakan istri Khalifah ketiga Islam yakni Ustman bin Affan.

Dia terkenal cantik dan pandai. Bahkan Ustman Bin Affan mengakui “Saya tidak menemukan seorang wanita yang lebih sempurna akalnya dari dirinya. Saya tidak segan apabila ia mengalahkan akalku”

Dalam sebuah peperangan yang disebabkan oleh fitnah. Ketika terjadi fitnah yang memecah belah umat Islam pada tahun 35 Hijriyah.

Nailah ambil posisi ikut mengangkat pedang untuk membela Usman Bin Affan.

Suatu ketika, seorang musuh menerobos masuk dan menyerang dengan pedang pada saat Ustman sedang memegang mushaf atau Al Qur’an.

Tetesan darahnya jatuh pada ayat 137 surah Al Baqarah yang berbunyi, “Maka Allah akan memelihara engkau dari mereka.”

Dan pemberontak lain masuk dengan pedang terhunus.

Nailah yang memiliki kemampuan bela diri, berhasil merebut pedang itu.

Namun si musuh kembali merampas senjata itu, maka terjadilah pertarungan antara lelaki dengan wanita Nailah.

Menyebabkan jari-jari Nailah terputus Ustman syahid karena sabetan pedang sang kafir.

Ketika Ustman terbunuh, ia mengatakan, “Sungguh kalian telah membunuhnya, padahal ia telah menghidupkan malam dengan Al Qur’an dalam rangkaian rakaat.”

Nusaibah bin Ka’b

Ingat kisah Perang Uhud? Nah Nusaibah Bin Ka’ab, ada disitu.

Saat Rasulullah Muhammad SAW yang mulia berdiri di puncak bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya.

Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya.

Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama. Untuk menghadang bahaya demi melindungi sang pemimpin.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda. “Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku.”

Menggangui Rasulullah, maka dirinya menjadikan tubuhnya sebagai tameng hidup membelanya. Betapa Cintanya kepada Nabi.

Kehilangan tangannya, dalam perang menemani Khalid Bin Walid. Tidak membuatnya menangis.

Dialah wanita yang didoakan Rasulullah utuk menjadi sahabat Nabi di Syurganya Allah SWT.

Muncullah Musailamah Al Kazab yang mengaku menjadi nabi . Maka semua orang memeranginya. Hubaib putera Ummu Umarah diutus oleh baginda, untuk menyampaikan surat pada Musailamah.

Namun Hubaib ditawannya dan disiksa dengan siksa yang mengerikan, namun Hubaib tetap tabah dan sabar.

Musailamah bertanya kepada Hubaib, ”Apakah engkau mengakui bawaha Rasulullah itu adalah utusan Allah?” Hubab menjawab dengan yakin “Benar”.

Musailamah bertanya lagi, ”Apakah engkau mengetahui bahawa saya adalah utusan Allah?”

Hubaib menjawab, “Saya tidak pernah mendengar yang demikian itu”.

Lalu Musailamah memotong-motong tubuh Hubaib sehingga ia meninggal dunia.

Ketika mengetahui bahwa anaknya Hubaib terbunuh, maka Ummu Umarah bernazar tidak akan mandi sehingga ia dapat membunuh Musailamah.

Maka dia akan ikut serta anaknya Abdullah dalam perang Yamamah.

Ia sangat berharap agar dapat membunuh Musailamah dengan tangannya sendiri. Akan tetapi takdir telah menentukan yang membunuh Musailamah bukan Ummu Umarah tetapi anaknya Abdullah.

Ummu Umarah berkata, “Tangan saya terpotong pada hari peperangan Yamamah, pdahal saya sangat berhajat untuk membunuh Musailamah.

Tidak ada yang dapat melarangku sehingga aku dapat melihat anakku Abdullah bin Zaid mengusap pedangnya dengan pakaiannya. Lalu aku berkata kepadanya: ”Kamukah yang membunuhnya ?” Ia menjawab “Ya”

Rufaidah Binti Sa’ad

Pelopor Keperawatan Pertama Dunia. Jauh hari sebelum adanya Florence Nightingale. Yang diakui sebagai Perawat Pertama Dunia.

Sebagai seorang muslim, kita juga mempunyai tokoh yang menjadi pelopor pertama dunia keperawatan Islam.

Ia adalah Rufaidah binti Sa’ad, yang merupakan perawat Islam pertama sejak zaman Rasulullah.

Bernama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al Bani Aslam Al Khazraj.

Beliau lahir di Yastrib dan tinggal di Madinah. Rufaidah termasuk kaum Anshar, yaitu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah.

Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya yang berprofesi sebagai seorang dokter.

Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.

Ketika perang Badr, Uhud, Khandaq, dan perang khaibar, Rufaidah menjadi sukarelawan yang merawat sahabat yang terluka akibat perang.

Beberapa kelompok wanita dilatihnya untuk menjadi perawat. Dalam perang Khaibar, mereka minta ijin kepada Rasulullah SAW. Untuk ikut di garis belakang pertempuran agar dapat merawat mereka yang terluka, dan Rasulullah SAW mengijinkannya.

Merancang Pembangunan Camp Kesehatan

Ketika damai, Rufaidah membangun tenda di luar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit.

Kemudian berkembang, dan berdirilah Rumah Sakit lapangan yang terkenal saat perang, dan Rasulullah SAW sendiri. Memerintahkan sahabat yang terluka dirawat olehnya.

Tercatat pula dalam sejarah saat perang al-Khandaq. Sa’ad bin Mu’adz yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga kembali sembuh.

Rufaidah memiliki kepribadian luhur yang memberikan pelayanan keperawatan dengan baik pada para sahabat terluka.

Sentuhan sisi humanistik merupakan hal yang sangat penting bagi seorang perawat, sehingga perkembangan sisi teknologi dan kemanusiaan berjalan seimbang.

Rufaidah juga sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Islam. Beliau juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan.

Dalam sejarah Islam mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti: Ummu Ammara, Aminah binti Qays al Ghifariyat. Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun.

Dan beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat. Di antaranya Ku’ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat. Nusaibat binti Ka’ab Al Maziniyat, dan Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

Munculnya shahabiyah-shahabiyah yang menjadi figur wanita yang mengagumkan tadi bukanlah suatu kebetulan. Tidak karena sarana kebutuhan yang masih sederhana. Pun bukan karena kebutuhan mereka berbeda dengan kaum wanita saat ini.

Melainkan karena dilandasi oleh suatu pemahaman Islam ideologis yang tegak di atas keyakinan yang kokoh, yakni aqidah Islamiyah.

Demikian Petarung Tangguh Islam Wanita Yang memiliki Semangat besar untuk generasi selanjutnya.

Author: admin

Tinggalkan Komentar