Proses Evaporasi Air Membentuk Awan, Menjadikan Banjir Air Hujan

Proses Evaporasi Air Membentuk Awan
Proses Evaporasi Air Membentuk Awan, Menjadikan Banjir Air Hujan

Bagaimana proses terjadinya banjir, ternyata tidak serta merta, tetapi banjir disebabkan oleh Evaporasi Air yang terjadi sebelumnya.

Atozbi.com, Udara – Matahari dan angin memiliki peranan penting dalam proses terjadinya hujan. Dengan panas yang dipancarkan oleh matahari akan menyebabkan terjadinya penguapan air dari zat yang ada dibumi yang mengandung air.

Bacaan Lainnya

Menjemur pakaian disaat pagi, dan mengering disaat sore hari. Air yang berada dipakain hilang kemana?

Baca juga: A To Z Palung Lautan Paling Dalam di Dunia, Terletak Dimana Saja?

Disamping yang menetes ketanah, air dalam pakaian tersebut menguap dan terbawa oleh angin lambat laun akan membentuk awan.

Proses Evaporasi Air Atau Penguapan

Air membentuk uap. Ini titik awal terjadinya hujan. Evaporasi air tersebut hanya terjadi dengan bantuan sinar matahari yang menyebabkan air menjadi uap air (air = H₂O(l)

uap air = H₂O(g)).

Evaporasi lebih umum terjadi pada air laut, danau, sungai, empang dan sebagainya. Intinya Evaporasi terjadi pada air dengan jumlah hamparan lebih luas permukaannya.

Selain Evaporasi pada air yang luas tersebut, juga terjadi penguapan pada tanaman, hewan dan manusia. Yang disebut dengan transpirasi.

Meski dari sumber berbeda, air laut dan cairan pada mahluk hedup membentuk gas. Tapi hasil air yang menguap memiliki rasa yang sama. Dan senyawa yang sama H2O(g).

Selanjutnya proses penguapan dengan nama Sublimasi. Penguapan dengan mengubah air atau es yang ada di gunung dan kutub menjadi uap. Proses ini sama dengan uap yang dihasilkan dengan proses evaporasi dilautan, transpirasi pada mahluk hidup.

Semuanya menghasilkan uap air yang ringan dan terbawa oleh angin,

Pergerakan Uap

Menguap akan membuat hasil dari cairan tersebut terangkat keatas oleh bantuan angina. Saat bergerak, atau terpisahnya cairan membentuk gas (dari laut, kulit ataupun dari bekuan es) bergerak pada ketinggian tertentu. Uap tersebut berubah menjadi partikel es karena penurunan suhu yang disebut dengan kondensasi.

Saat kondensasi tersebut, terjadi pada awan terendah jenis status sampai awan tertinggi dengan nama cirrus.

Awan terus bergerak, keatas dan kebawah, namun batas terbawah adalah bernama status selanjutnya teratas disebut cirrus. Ataupun melakukan pergerakan oleh angina, akibat terjadinya perbadaan tekanan udara dan panas matahari.

Proses bersatunya awan dengan lain tersebut disebut dengan adveksi.

Proses adveksi, uap masih berbentuk Kristal es seuai dengan lapisan-lapisannya.

Hujan

Sampai disini. Setelah terdapat banyak adveksi maka kumpulan kristas es tersebut menyatu dengan jumlah yang banyak.

Dengan cahaya ultraviolet, awan tersebut mencair, dan menyatu, satu sama lain.

Sementara bagian atas awan menahan atau memantulkan cahaya matahari, sehingga dibagian bawah awan tersebut memiliki suhu yang dingin.

Karena suhu yang dingin maka cairan tadi akan jatuh kebumi. Membentuk hujan. Ini disebut dengan presipitasi.

Sisi lain, saat uap membentuk cairan atau proses Kristal berubah mencair. Maka awan tidak mampu menahan berat dari cairan tersebut.

Mengalir dan Meresap

Butiran-butiran air hujan yang jatuh karena gaya gravitasi bumi akan menuju kebumi. Meski tidak semua air hujan sampai kebumi, sebab dalam perjalanannya, ada butiran air yang kembali menguap. Dan membentuk awan.

Yang sampai ketanah, akan masuk kedalam saluran dan aliran air. Hingga air tersebut kembali kelaut. Dengan sifat air bergeak dari tempat tinggi ketempat yang rendah dengan flow water, seperti sungai dan aliran pembuangan lainnya.

Baca juga: A To Z Daerah Paling Panas di Dunia Tahun 2020 Akibat Pemanasan Global

Ataupun yang menghilang karena terjadinya infiltrasi atau peresapan. Memasuki pori-pori tanah. Dan menyatu dengan sungai bawah tanah. Selanjutnya akan menjadi air tanah untuk menyuplai sumur-sumur.

Air Hujan Menjadikan Banjir

Rumus umumnya adalah air yang mengalir pada saluran yang tidak mengalami hambatan akan sampai ke laut. Atau yang meresap ketanah akan menjadi air tanah.

Namun dengan sedimen yang terjadi di dasar sungai, got menyebabkan terjadinya pendangkalan. Sehingga penampungan air hujan sanga sedikit dibandingkan produksi air hujan yang turun dari langit.

Resapan yang kurang karena pembangunan rumah, jalan raya dan lain sebagainya yang menutupi pori-pori tanah menyebabkan air hujan tidak terserap.

Jika tidak terserap dan tidak tersalur akan menyebabkan genangan.

Sehingga teori membuat galian tanah beberapa titik di pekarangan sangat efektif untuk menghindari banjir. Sebab dengan hal itu pori-pori tanah akan menyerap air.

Demikian proses terjadinya banjir yang disebabkan oleh Air hujan dengan tahapan awal adalah evaporasi.

Baca juga: Kota Suhu Minus, Yang Masih Dihuni Banyak Penduduk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *