Siklus Hidup Dari Aurelia Aurita Atau Ubur-Ubur Laut

Siklus Hidup Dari Aurelia Aurita

Atozbi.Com, Siklus Hidup – Nama lain dari Aurelia Aurita adalah ubur-ubur. Sejenis hewan yang banyak dijumpai dilaut.

Aurelia Aurita itu sendiri merupakan sejenis hewan Carnivora, atau hewan pemakan hewan. Dengan habitatnya dilaut. Berukuran kecil hingga berukuran besar. Adapun yang sering ditemukan dilaut adalah sejenis  Scyphozoa (Scyphomedusae).

Mangsa dari Aurelia Aurita adalah zooplankton oleh karenanya dia bersaing dengan ikan lainnya untuk memperebutkan mangsa.

Berikut ini akan dibahas tentang siklus hidup dari Aurelia Aurita tersebut.

Siklus Hidup Dari Ubur-ubur

Bentuk atau morfologi dari Aurelia Aurita, jenis Scyphozoa (Scyphomedusae) atau bahasa awam disebut sebagai Ubur-ubur. Memiliki ciri genta (bell) atau payung, dengan dilengkapi tentakel. Dibagian puncak payung disebut dengan eksumbrella (exumbrella) dan bagian dalam yang berbentuk cekung disebut dengan subumbrella (subumbrella).

Terdapat mesoglea dengan posisi antara Eksumbrella dengan Subumbrella. Dan dibagian tengan dari subumbrella memiliki mulut.

Ubur-ubur bada sampir semua tubuhnya memiliki zat beracun yang merupakan penyengat disebut dengan Neamtosis. Berbentuk kantong kecil dan kapsul dengan isi sel-sel beracun yang diberikan kepada mangsanya. Selanjutnya tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa setelah dilumpuhkan dengan sel-sel penyengat tersebut.

Racun pada ubur-ubur bermacam-macam. Namun yang paling berbahaya adalah Chironex fleckeri, yang jika menyengat manusia menimbulkan rasa gatal. Dan nyeri gatal hingga bisa menyebabkan kematian.

Dengan gerakan pada genta ubur-ubur maka hewan ini bisa berenang dengan bebas dilautan. Semntara tentakelnya berukuran panjang bisa mencapai puluhan meter.

Pembuahan

Prosesnya tidak dengan seksual atau aseksual. Proses terjadinya pembuahan secara internal dapat terjadi antara sel telur dan sperma pada betina Aurelia Aurita. Selanjutnya membentuk zigot dan menjadi larva berambut (silia) hal ini disebut dengan planula.

Setelah menjadi Planula maka hewan ini akan berenang kemudian menempel pada tempat yang sesuai seperti krang ataupun tumbuhan laut lainnya.

Setelah menempel. Rambut atau Silia dilepaskannya maka planula berubah menjadi polip muda dengan nama latin scifistoma.

Setelah itu Polip berbentuk tunas-tunas lateral sehingga kelihatan seperti tumpukan piring disebut dengan strobilasi.

Kemudian Kuncup dewasa yang berada pada posisi paling atas (dari bentuk tumpukan piring). Melepaskan diri menjadi medusa hal ini disebut efira.

Fase berikutnya efira akan berkembang menjadi Aurelia Aurita (medusa dewasa).

Dikutip dari Dosen Pendidikan

Baca juga: Urutan Wanita Menawan Zaman Kuno, Dengan Wajah Tercantik

Author: admin

Tinggalkan Komentar