Toddler, Konsep Tumbuh Kembang Anak Usia 1- 3 Tahun

Toddler

Toddler adalah Bayi Dengan Umur 1-3 Tahun Yang Memiliki Tingkat Tumbuh Kembang Sendiri

Atozbi.com, Siklus – Toddler atau usia bayi memiliki konsep tersendiri dalam tinjauan kesehatan.

Toddler – Usia 1 Tahun

TB dan BB

68,9-79,2 sentimeter (perempuan) dan 71-80,5 sentimeter (laki-laki). Sedangkan

Berat badan idealnya adalah 7-11,5 kilogram (perempuan) dan 7,7-12 kilogram (laki-laki).

Perubahan fisik

Mulai bisa mengambil benda kecil, seperti Hanphon dan mencoret.

Kemampuan berkomunikasi

Bisa Memanggail papa atau mama

Kemampuan Sosial

Belum bisa dekat dengan oranglain, hanya dekat dengan ibu, ayah atau kakaknya.

Toddler – Usia 2 Tahun

TB Dan BB

Tinggi badan ideal anak berusia dua tahun adalah 80-92,9 sentimeter (perempuan) dan 81,7-93,9 sentimeter (laki-laki). Sedangkan berat badan idealnya adalah 9-14,8 kilogram (perempuan) dan 9,7-15,3 kilogram (laki-laki).

Perubahan fisik

Bisa berjalan dan Membuka Pintu

Kemampuan berkomunikasi

Menirukan beberapa kata, meski belum fasih. Misalnya kaya Polisi dengan titi dan sebagainya.

Kemampuan Sosial

Si Kecil sudah lebih terbuka dengan orang baru di sekitarnya. Ia akan tertarik untuk bermain dengan anak-anak lain, meskipun ibu perlu membantunya untuk berkenalan dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya.

Toddler Usia 3 Tahun

TB dan BB

Tinggi badan ideal anak berusia tiga tahun adalah 87,4-102,7 sentimeter (perempuan) dan 88,7-103,5 sentimeter (laki-laki).

Sedangkan berat badan idealnya adalah 10,8-18,1 kilogram (perempuan) dan 11,3-18,3 kilogram (laki-laki).

Perubahan fisik

Mengayuh Sepeda Roda tiga, bahkan bisa dilepas roda dua pada ban belakang

Kemampuan berkomunikasi

Bisa berkomunikasi dengan bahasa yang singkat.

Kemampuan Sosial

Daya imajinasi Si Kecil sudah mulai berkembang. Jadi, jangan heran jika Si Kecil akan senang dengan permainan pura-pura atau bermain dengan daya imajinasinya.

Konsep Tumbuh Kembang

Bertumbuh dan Berkembang Pada Konsep Yang Berbeda.

Bertumbung lebih kepada aspek Fisik, sementara berkembang lebih kepada psikologis.

Pengertian

Pertumbuhan merupakan peningkatan jumlah dan ukuran. Sedangkan perkembangan menitikberatkan pada perubahan. Yang terjadi secara bertahap dan tingkat yang paling rendah. Dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran (Whalex dan Wone.2000)

Tumbuh kembang adalah suatu kesatuan proses dimana seseorang anak tidak hanya tumbuh menjadi besar. Tapi berkembang menjadi lebih terampil yang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan.

  1. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah. Besar, ukuran/dimensi, tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur berat, panjang, umur tulangdan keseimbangan elektrolit.
  2. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil antara lain proses pematangan termasuk perkembangan emosi. Intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil dengan lingkungan. Untuk terciptanya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologis. Psikososial, dan perilaku yang merupakan proses yang unik dan hasil akhir berbeda-beda yang memberi cirri tersendiri pada setiap anak.

Dalam Tumbang anak perlu dilakukan berbagai macam imunisasi, dimana imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi. Dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.

Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang di pakai untuk merangsang pembentukan zat anti. Yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG. DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin Polio.

Tujuan diberikan imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebal. Terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas. Dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu.

       Diantara sekian banyaknya imunisasi yang diperlukan anak, satu diantaranya adalah imunisasi BCG.

Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit TBC.

Yang berat sebab terjadinya penyakit TBC yang primer atau yang ringan dapat terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi BCG.

Pencegahan imunisasi BCG untuk TBC yang berat seperti TBC pada selaput otak, TBC milier (pada seluruh lapangan paru). Atau TBC tulang. Imunisasi BCG ini merupakan vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan.

Frekuensi pemberian imunisasi BCG adalah 1 kali dan waktu pemberian imunisasi BCG pada umur 0 – 11 bulan. Akan tetapi pada umumnya diberikan pada bayi umur 2 – 3 bulan.

Kemudian cara pemberian imunisasi BCG melalui intradermal. Efek samping pada BCG dapat terjadi ulkus pada daerah suntikan dan dapat terjadi limfadenitis regional dan reaksi panas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang anak

Faktor keturunan (Herediter)

Merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbang anak melalui instruksi genetic.

Dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan, gangguan pertumbuhan selain disebabkan oleh kelainan kromosom (contoh; syndrome down, syndrome turner) juga diakibatkan oleh factor lingkungan yang kurang memadai.

  1. Seks : kecukupan dan perkembangan pada anak laki-laki berbeda dengan perempuan
  2. Ras      : ras/suku bangsa dapat mempengaruhi tumbang anak, beberapa suku bangsa memiliki karakteristik.

Faktor Lingkungan

a. Lingkungan Internal

a.1. Intelegensi

Pada umunya intelegensi tinggi, perkembangan lebih baik dibandingkan jika intelegensi rendah.

a.2. Hormon

Ada 3 jenis hormone yang mempengaruhi anak yaitu somatotropik untuk pertumbuhan tinggi badan terutama pada masa kanak-kanak. Hormone tiroid menstimulasi pertumbuhan sel interstitial testis, memproduksi testosterone dan ovarium memproduksi estrogen. Yang mempengaruhi perkembangan dan reproduksi.

a.3. Emosi

Hubungan yang hangat dengan orangtua, saudara teman sebaya serta guru berpengaruh terhadap perkembangan emosi. Sosial, intelektual anak, cara anak berinteraksi dengan keluarga akan mempengaruhi interaksi anak diluar rumah.

b. Lingkungan Eksternal

1. Kebudayaan

Budaya keluarga /masyarakat mempengaruhi bagaiman anak mempersepsikan dan memahami kesehatan berprilaku hidup sehat.

2. Status sosial ekonomi keluarga

Anak yang berada dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sosial ekonomi yang rendah. Serta banyak punya keterbataan untuk memenuhi kebutuhan primernya.

3. Nutrisi

Untuk tumbang anak secara optimal memerlukan nutrisi adekuat yang didapat dari makanan bergizi

4. Iklim/cuaca

Iklim tertentu dapat mempengaruhi status kesehatan anak

5. Olahraga/latihan fisik

Olahraga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan psikososial anak.

6. Posisi anak dalam keluarga

Posisi anak sebagai anak tunggal, sulung, anak tengah, anak bungsu akan mempengaruhi pola anak setelah diasuh dan dididik dalam keluarga

Periode Perkembangan

Menurut Donna L. Wong (2000) perkembangan anak secara umum terdiri dari :

  • Periode prenatal

Terjadi pertumbuhan yang cepat dan sangat penting karena terjadi pembentukan organ dan system organ anak. Selain itu hubungan antara kondisi itu memberi dampak pada pertumbuhannya.

  • Periode bayi

Periode ini terdiri dari neonatus (0-28 hari) dan bayi (28-12 bulan). Pada periode ini pertumbuhan dan perkembangan yang cepat terutama pada aspek kognitif, motorik dan social.

  • Periode kanak-kanak awal

Terdiri atas anak usia 1-3 tahun yang disebut toddler dan pra sekolah 3-6 tahun. Toddler menunjukkan perkembangan motorik yang lebih lanjut pada usia pra sekolah. Perkembangan fisik lebih lambat dan relative menetap.

  • Periode kanak-kanak pertengahan

Periode ini dimulai pada usia 6-11 tahun dan pertumbuhan anak laki-laki sedikit lebih meningkat.

Daripada perempuan dan perkembangan motorik lebih sempurna.

  • Periode kanak-kanak akhir

Merupakan fase transisi yaitu anak mulai masuk usia remaja pada usia 11-18 tahun. Perkembangannya yang mencolok pada periode ini adalah kematangan identitas seksual dengan perkembangannya organ reproduksi.

Perkembangan Anak Balita

Periode penting dalam tumbang anak adalah masa balita. Perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan keadaan social emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.

Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa-masa ini sehingga setiap kelainan/penyimpangan seksual apapun. Apabila tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik maka akan mengurangi kualitas perkembangan.

Kratenburg, dkk (1981) melalui DDST (Denver Development Screening Test) mengemukakan 4 parameter perkembangan. Yang dipakai dalam menilai perkembanagn anak balita yaitu :

Personal sosial (kepribadian/tingkah laku sosial)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.

Fine motor adaptif (gerakan motorik halus)

Aspek yang b/d kemampuan anak untuk melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh. Dan dilakukan otot-otot kecil memerlukan koordinasi yang cermat missal: ketrampilan menggambar.

Language (bahasa)

Kemampuan untuk memberi respon terhadap suara, mengikuti perintah berbicara spontan.

Gross motor (motorik kasar)

Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. Beberapa “Milestone” pokok yang harus diketahui dalam mengikuti taraf perkembangan secara awal. Milestone adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak umur tertentu misalnya:

  1. 4-6 minggu :tersenyum spontan, dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu kemuadian.
  2. 10-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara.
  3. 20 minggu : meraih benda yang didekatkan kepadanya.
  4. 26 minggu : dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.
  5. 9-10 bulan : menunjuk dengan jari telunjuk, memegang benda dengan jari telunjuk dan ibu jari.
  6. 13 bulan : berjalan tanpa bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal.

Demikian Konsep BBLR atau Berat Bayi Lahir Rendah, Artikel Lainnya Konsep BBLR Atau Berat Bayi Lahir Rendah

Author: admin

Tinggalkan Komentar