Walhi Sarankan Plastik Organik, Untuk Jenazah Covid-19

Walhi Sarankan Plastik Organik,
Walhi Sarankan Plastik Organik, Untuk Mengurus Jenazah Covid-19

Atozbi.com, Ilmiah – Untuk mengurusi Jenazah Covid-19, dimana menggunakan Palstik untuk membungkus, demi mencegah penularan Covid-19. Maka Walhi sarankan agar menggunalan plastik organik. Untuk jenazah covid-19.

Baca juga : Hanya Isolasi Obatnya, Pandemi Corona Atau Covid-19 Lewat

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sebagai sebuah lembaga yang fokus pada usaha untuk menghijaukan bumi. Dan mengurangi efek pada lingkungan yang dilakukan oleh manusia.

Alasan Walhi Sarankan Gunakan Plastik Organik

Alasannya adalah plastik yang digunakan selama ini. Sulit terurai di tanah disebabkan oleh rantai karbonnya yang sangat panjang.

Sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Dibutuhkan ratusan atau ribuan tahun untuk melakukan penguraian.

Bahkan dengan kantong plastik ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah.

Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik, akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan.

Walhi melihat pemakaian plastik terhadap tubuh jenazah pasien Covid-19 ini sebagai upaya untuk mengatasi masalah pemindahan tubuh jenazah. Agar tidak ada kontaminasi bagi petugas gugus tugas penanganan covid-19 maupun penggali kubur.

Proses ini dilakukan disaan pemindahan dari ruang jenazah ke Ambulance, kemudian dari ambulance ke kuburan.

“Kalau jenazah ini mau gak mau karena soal etis di Indonesia. Ditempat lain ada yang dikremasi. Bisa saja plastiknya dicopotkan dari tubuh jenazah ketika dimasukan ke dalam tanah. Namun jenazah sengaja di plastikan agar petugas medis tidak terkontaminasi.

Sebenarnya ada jenis bahan organik sejenis plastik, tapi kami belum tahu tersedia di pasar Indonesia untuk lembaran besar atau tidak?

Kalau ada plastik berbahan organik, bisa menggunakan itu kalau tersedia di pasar,’tutur pengkampanye energi dan perkotaan Walhi. Nasion Dwi Sawung kepada Portonews. Beberapa waktu lalu

Dimungkinkan Kremasi

Sawung mengingatkan tidak tertutup kemungkinan jika pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Maka jenazahnya akan dikremasikan.” Kalau nanti korbannya lebih banyak lagi tampaknya kremasi tidak terhindarkan.” Cetus Sawung mengingatkan Pemerintah.

Hal lain yang perlu diperhatikan,lanjut Sawung,adalah masalah penangan masalah sampah alat pelindung diri dari plastik.

Apalagi untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang sedang melakukan isolasi mandiri. “Sampah alat pelindung diri (APD) dari plastik jadi problem juga.

Apalagi yang ODP atau isolasi mandiri . Ini perlu diperhatikan Pemerintah,” tukas Sawung.

Sawung menekan ada dua hal penting dalam penanganan pasien Covid-19. Pertama, yakni ketika pasien wafat maka proses pembungkusan mayat pasien Covid-19 sebaiknya pakai plastik ramah lingkungan.

Kemudian yang kedua,adalah masalah sampah infektus plus jarum suntik agar ditangani dengan baik. “Sampah sisa-sisa botol infus dimusnahkan memakai autoclave.

Sedangkan sisa jarum suntik dimasukkan ke dalam larutan garam. Dimusnahkan Semua rujmah sakit yang ada labnya dan ruang operasi punya autoclave dan, biasa digunakan untuk sterilisasi peralatan,” papar Sawung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *